Pengemban Budaya

PhotoGrid_1494336905108
KGPAA Pakualam X menyampaikan maklumat sesaat setelah dinobatkan sebagai orang nomor 1 di Kadipaten Pakualaman, Ngayogyakarta Hadiningrat

Mengutip sebuah Maklumat Sampeyan Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Pakualam X yang disampaikan sebagai tanda pemahkotaan Adipati baru pada hari Kamis 7 Januari 2016 di Bangsal Sewatama Puro Pakualaman  

“Budaya tidak hanya sebuah manifestasi kesenian namun juga ada di berbagai sendi kehidupan” – Adipati Pakualam X

Saya menyadari betul apa yang disampaikan oleh beliau, bahwa sebagai bagian dari sebuah sistem budaya Jawa yang tidak terpisahkan, bangsawan Jawa memiliki peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan sebuah produk budaya khususnya budaya Istana. Kesadaran saya kian besar dimana waktu Jumeneng Dalem PA X (Pemahkotaan Adipati PA X) saya mendapatkan kesempatan untuk hadir sebagai tamu undangan keluarga Pakualam, menjadi saksi sebuah keberlangsungan tradisi yang tetap lestari.

Bahwa produk budaya tidak melulu membahas aspek kesenian, namun budaya juga telah mewarnai kehidupan sosio-antropologi masyarakat Jawa pada umumnya. Mereka yang mempercayai perjalanan kehidupan selalu memaknai sebuah pencapaian dengan rasa syukur kepada Tuhan, bahkan jauh sebelum manusia dilahirkan di dunia, jabang bayi (baca:calon bayi) yang masih berada didalam kandungan juga telah dikenalkan dengan pelbagai produk budaya maknawi.

Sendi kehidupan yang dipengaruhi budaya tidak sebatas pada produk budaya tradisional, melainkan budaya modern yang semakin berkembang. Namun sebagai bagian dari tatanan msyarakat dunia, kita memiliki tugas yang lebih penting yakni sebagai pengemban budaya lokal. Jika anda berasal dari Dayak, maka anda merupakan pengemban budaya Dayak. Begitu juga dengan suku Jawa, kita menjadi Pengemban Budaya Jawa dengan kekhasan masing-masing. Karena Jawa yang satu dengan Jawa yang lain juga tidak sama, Bugis yang satu dengan yang lain juga tidak sama. Kita memiliki peranan sebagai edukator dalam keluarga untuk mengenalkan produk budaya agar nantinya tetap lestari sampai kapanpun.

Toch ben een blijf ik in de allereeste plaats Javaav. Bagaimanapun juga saya adalah tetap orang Jawa – Hengkie a.k.a Sultan HB IX

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s