Happy or Sad Ending?

City of stars, are you shining just for me?

Sejak kecil kita selalu ter-edukasi oleh jalan cerita sebuah film yang berakhir bahagia, walaupun tidak semua film menampilkan akhir bahagia, namun sebagian besar orang bahkan mungkin semua orang selalu menebak ending film romansa akan berakhir bahagia.

Sayapun awalnya juga telah meng-underestimate bahwa salah satu film yang berhasil mencuri perhatian khalayak “La La Land” akan berakhir bahagia pula.

Ada kisah yang sedikit menggelitik untuk saya bagikan terkait film La La Land ini, film ini menjadi spesial bagi diri saya karena untuk pertama kali dalam hidup saya menonton film di bioskop 😂. Memang saya bukanlah tipikal orang yang begitu hectic terhadap suatu film, jadi saya lebih memilih menunggu rilisan di toko kaset atau mungkin meminta copyfile ke teman-teman pemburu film.

Sebenarnya saya terpaksa menonton film La La Land di Mall Panakkukang Makassar akibat kegabutan maksimal bersama Kak Edwin dan Kak Dhanar. Awalnya saya sudah tidak nyaman dengan  opening La La Land, namun pada akhirnya film tersebut berhasil membawa saya untuk terjun lebih jauh merasakan suasana hati Sebastian Wilder dan Mia Dolan dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang saya cermati sebagai pelajaran hidup bahwa “Cinta tak selalu berjalan mulus”. Sebastian yang juga dibingungkan dengan pekerjaan seni nya, begitu juga dengan Mia. Seakan keduanya teramat sibuk dengan dunianya sendiri.

Film ini berhasil meruntuhkan semua tuduhan-tuduhan saya terhadap posternya di Panakkukang XXI bahwa semua film romansa pasti akan Happy Ending dan selalu bisa ditebak apa ending film tersebut. Namun nyatanya tidak, jalan cinta keduanya seakan menjadi teka teki bahwa Mia pada akhirnya lebih memilih meninggalkan Sebastian dan membangun bahtera rumah tangga bersama pria lain (ini yang bikin saya baper).

La La Land seakan mampu menjadi impian kehidupan yang sesungguhnya dimana Perjuangan hidup akan berbuah manis, namun perjuangan cinta tak selalu berbuah manis. Disinilah letak pemahaman makna kehidupan diajarkan kepada saya, bahwa suatu impian tak akan selalu berbuah manis, mungkin Tuhan akan mengabarkan sesuatu yang lain kepada kita, atau mungkin juga Tuhan hendak menguji iman kita atau bahkan mungkin Tuhan ingin menilai seberapa besar cinta kita Kepada-Nya?

I don’t know what you came to do, but I wanna do it with you.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s