Labuan Bajo – Liburan Nekat (Part 1)

DSCF7258

“Pan sendiri ke Labuan Bajo ?”

“Anak mama berani sendirian ke NTT ?”

“Sumpah sendirian ke Labuan Bajo ?”

Bisa dibilang kali ini adalah salah satu pencapaian liburan paling nekat seumur hidup saya. Yap saya menyatakan Labuan Bajo, NTT masuk dalam daftar wish list tahun 2017, dan belum genap setengah tahun akhirnya Tuhan mengizinkan saya untuk menapakkan kaki di Labuan Bajo dengan nekat alias sendiri! Alasan pertama adalah karena saya jomblo 😭, dan yang kedua karena teman-teman di Kota tidak ada yang mau diajak.

Singkat cerita travel langganan membawa saya menuju Terminal 2 Juanda Surabaya, setelah menunggu beberapa lama (3 jam) ber-mager ria di Garuda Lounge akhirnya pesawat yang akan mengantar saya menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai tiba dan perjalanan kurang lebih 50 menit. Setelah tiba, saya segera melapor ke konter penerbangan transit dan menunggu pesawat Garuda Explore ATR menuju Labuan Bajo yang delay sekitar 30 menit. Selama perjalanan 1 jam 35 menit saya habiskan dengan tidur, sesekali saya melihat pemandangan gugusan pulau-pulau yang berada disekitar Bima. Dan akhirnya saya sampai di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Langit sore itu cukup redup akibat awan-awan yang menyelimuti Labuan Bajo, udara yang tidak begitu panas membuat saya begitu bersemangat menggendong carrier 45L menuju keluar bandara dan menunggu taksi yang sudah dipesan dan tak lupa ritual wajib ber snapgram untuk mengumumkan pada khalayak bahwa akhirnya satu dari puluhan wish list saya tercapai!.

Sesampainya di Hotel La Prima, saya segera menata ulang isi carrier yang campur aduk akibat packing yang mepet di rumah dan segera beristirahat. Esok harinya setelah saya sarapan, pemilik trip Sail Komodo Mas Agung menelpon meminta saya untuk diantarkan pihak hotel ke Pelabuhan Pelni mengingat La Prima memiliki fasilitas antar jemput gratis. Agak lama juga sih saya menunggu mobil jemputan Hotel dan saya memilih untuk mengobrol dengan beberapa tamu lain untuk mengalihkan kesendirian (ciye 😑). Saya sempat bertanya dengan wisatawan asal Swedia mengenai Labuan Bajo, dan dia bilang ini adalah kali ke 3 dia ke Labuan Bajo! Bisa dibilang si bule udah bener bener kesengsem sama komodo 😂

Yaps setelah diantar pihak hotel ke Pelabuhan Pelni saya akhirnya menaiki kapal trip dan bertemu dengan teman-teman lain yang rata-rata mereka ngetrip bareng teman mereka. Tapi ada juga yang berangkat sendiri. Kapalpun segera berlayar dan saya benar benar merasa sangat excited melihat pemandangan gugusan pulau-pulau yang amat indah.

How lucky i am! 

Setelah perjalanan sekitar 40 menit, akhirnya kami sampai di pulau Kelor dan Mas Agung memandu kami trekking serta foto-foto sembari menikmati laut lepas dari atas pulau kelor. Setelah puas berkeliling akhirnya kami melanjutkan sail dengan rute selanjutnya Pulau Rinca, Loh Buaya TN Komodo untuk menyaksikan kehidupan hewan purba/ dinosaurus terakhir yang masih hidup di muka bumi yakni Komodo.

Dengan ditemani oleh para ranger, kami mengambil rute pendek mengelilingi Loh Buaya. Dan pengalaman yang paling tak terlupakan selain dapat menyaksikan komodo secara langsung, sunset hari itu juga ditutup di pulau Kalong dengan pertunjukan ribuan kelelawar besar atau Kalong yang menandakan bahwa sudah saatnya saya dan kawan kawan baru untuk beristirahat menghabiskan malam di dalam kapal dengan bercengkerama dan lebih mengenal satu sama lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s